Selamat Datang di : CritAneh.blogspot.com - Blog Campur-Campur

Headlines

Kolektor Tokek Diteror Hantu (Cerita Horor)

Cerita Horor : Kolektor Tokek Diteror Hantu


Home » , , , , , , , , , , , , , , , , » Gara-Gara Mimpi Buruk Bertingkat

Gara-Gara Mimpi Buruk Bertingkat

Written By admin-tyw on Minggu, 16 September 2012 | 16.9.12


Kejadian konyol ini menimpa seseorang yang sudah menikah bernama Marno. Tentang kekonyolannya, silahkan dibaca terus artikel ini.








Pada suatu malam Marno tidur seperti biasanya bersama sang istri, tapi eiitss jangan berpikiran yang aneh-aneh ya, artikel ini sama sekali tidak membahas tentang masalah begituan. Malam itu Marno sama sekali tidak merasakan bahwa malam itu ia akan mengalami suatu mimpi yang amat sangat dahsyat. Mimpi yang membawa malapetaka baginya, di keesokan hari.

Karena kecapekan karena seharian bekerja membanting tulang, segeralah si Marno tertidur memasuki alam mimpi, dia bermimpi dirinya memakai pakaian yang sangat tebal dan berada di daerah yang penuh dengan salju, mungkin daerah Kutub Utara kali ya... Marno mendapati dirinya seorang diri, sama sekali tidak ada orang ataupun rumah di dekatnya, dia berjalan terus kesana kemari tak tahu arah dan tujuan, akhirnya tidak lama kemudian dia menjumpai Iglo, rumah khas orang Eskimo. Saat dia semakin mendekati rumah tersebut, tiba-tiba ada seorang pria yang keluar dari Iglo tersebut, orang itu melambaikan tangan kepada Marno, agar Marno mendekat ke dia. 

"Steven", kata orang Eskimo tersebut memperkenalkan diri.
"Marno", jawab Marno, membalas perkenalan dengan orang Eskimo itu.

Tanpa berkata apa-apa lagi, orang Eskimo yang ternyata bernama Steven itu mempersilahkan Marno masuk ke dalam Iglonya, yang ternyata tidak ada orang lain lagi, Steven tinggal sendirian. Dan di dalam Iglo tersebut Steven menyuruh Marno untuk duduk di kursi malas alias kursi goyang miliknya. Dan apa yang terjadi setelah itu, setelah Marno duduk di kursi malas di dalam Iglo di Steven.... Marno memasuki alam mimpinya yang kedua.

Marno mendapati dirinya berada di daerah Padang Pasir yang amat sangat panas, dia memakai pakaian ala orang Timur Tengah. Dan hampir sama dengan alam mimpinya yang pertama, dia mendapati dirinya seorang diri, sama sekali tidak ada orang lain di dekatnya, dia hanya melihat sebuah perkemahan di kejauhan. Marno memutuskan untuk menuju ke arah perkemahan itu.

Sesampainya di perkemahan tersebut, ternyata Marno mendapati bahwa perkemahan itu tidak berpenghuni, kosong melompong, tidak ada seorangpun yang tinggal di perkemahan itu, mungkin sudah tinggal pergi oleh  para pemiliknya. Ia lalu masuk ke salah satu kemah. Karena rasa haus yang amat sangat, ketika menemukan ada sebotol air di kemah tersebut, Marno langsung meminum air tersebut. Dan karena rasa capek yang luar biasa, ketika menemukan sebuah tempat tidur , Marno langsung saja berbaring di tempat tidur itu untuk melepas lelah, yang ternyata karena kecapekan yang sudah sangat parahnya, akhirnya Marno tertidur di alam mimpinya yang kedua, dan.... Marno memasuki alam mimpinya yang ketiga.

Di dalam alam mimpinya yang ketiga ini, Marno mendapati dirinya berada di dalam pesawat terbang yang sedang mengudara, di dalam pesawat terbang itu banyak sekali para penumpang, dan para pramugari sedang membagikan air mineral dan juga roti kepada para penumpang, termasuk Marno. Setelah makan roti dan minum air mineral yang dibagikan oleh pramugari, lagi-lagi rasa kantuk melanda Marno, akhirnya Marno tertidur, ternyata tidak banyak yang dilakukan oleh Marno di alam mimpinya yang ketiga ini, ia segera saja Marno memasuki alam mimpinya yang keempat.

Nah, dalam alam mimpinya yang masuk level keempat ini, Marno menjadi seorang matador yang sedang menunggu giliran untuk beradu dengan banteng. Benar-benar luar biasa mimpi si Marno, mimpi pertama dia berada di daerah kutub, lalu mimpi kedua kayaknya sih... berada di daerah Timur Tengah, kali ini mimpi yang keempat, berada di negara Spanyol. Hanya mimpi ketiga yang tidak jelas berada di daerah atau negara mana, karena berada di dalam pesawat terbang. Kembali lagi ke alam mimpi Marno yang keempat ini, ia menyaksikan rekannya sesama matador sedang beradu dengan banteng.

"Seru juga nih melihat matador beraksi dari jarak yang sangat dekat." kata Marno dalam hati, kagum melihat aksi rekannya beradu dengan banteng.

Namun kekaguman itu berubah menjadi keterkejutan amat sangat buat Marno, setelah melihat si banteng berhasil menanduk sang matador yang sedang beraksi. Tiba-tiba saja kepala Marno pening, dan segera saja Marno meninggalkan alam mimpinya yang keempat dan memasuki alam mimpinya yang kelima. Luar biasa ya si Marno dalam sekali mimpi bisa langsung memasuki 5 alam mimpi . hehehe....

Di alam mimpinya yang kelima ini, Marno mendapati dirinya menjadi seorang prajurit yang sedang bertugas di  sebuah pertempuran, Perang Dunia ke-2 kali ya..., dia memegang senapan laras panjang. Dia sedang berada di parit yang dijadikan sebagai benteng pertahanan. Keringat dingin mengucur dari dalam tubuhnya, karena ketakutan yang luar biasa oleh suasana perang. Bunyi letusan bom dan senapan terdengar dari kejauhan. Benar-benar suasana yang sangat mencekam. Dalam kondisi keringat dingin mengucur deras, tiba-tiba saja ada granat dari pasukan musuh dilemparkan di dekat  prajurit Marno, secara spontan saja dia bersama rekan-rekannya pada lari tunggang langgang menjauh dari granat tersebut. Dan ketia granat tersebut meledak, Marno merasakan dirinya terpental keras, dan langsung tidak sadarkan diri. Dan tiba-tiba terbangun dan mendapati dirinya kembali lagi ke alam mimpinya yang sebelumnya, yaitu alam mimpi yang keempat di arena matador.








Belum hilang rasa terkejutnya karena ledakan granat di mimpinya yang kelima, ia dikejutkan oleh pemanggilan namanya untuk beraksi melawan banteng. Dengan keringat dingin yang lagi-lagi keluar dari dalam tubuhnya, ia berjalan menuju ke dalam arena, Setelah di dalam arena, ia mulai ancang-ancang menunggu banteng yang akan dikeluarkan dari kandangnya, dengan tentu saja keringat dingin yang semakin membasahi tubuh dan seragam khas matadornya. Dan yaaaa.... banteng dikeluarkan, dan apa yang dilakukan oleh Marno, ia bukan beraksi seperti layaknya matador profesional, ia malah lari tunggang langgang dikejar banteng. Kasihan benar ya si Marno. hahaha..... Dan penonton pun pada heran dan tertawa terbahak-bahak karena aksi Matador Marno. Hahaha.... Kasihan banget si Marno, sudah dikejar-kejar banteng, malah jadi bahan tertawaan ribuan orang. hahahaha..... Dan tiba-tiba saja Marno merasakan ada yang menghantam tubuhnya dengan amat sangat keras dari belakang, yup si banteng berhasil menanduk tubuh Marno hingga jatuh terjerembab, yang akhirnya membuat Marno pingsan dan meninggalkan alam mimpinya yang keempat, kembali lagi menuju alam mimpinya yang ketiga, di dalam pesawat terbang.

Si Marno tiba-tiba saja terbangun dari tidurnya di alam mimpi yang ketiga, ketika dia mendengar ada kepanikan di dalam pesawat terbang yang sedang ia tumpangi bersama ratusan penumpang lainnya. Pesawat mengalami kerusakan, dan bersiap melakukan pendaratan darurat di lautan. Dalam suasana panik tersebut, banyak orang memanggil-manggil nama Tuhan dan berdoa, demikian juga halnya dengan Marno, ia berdoa memohon keselamatan kepada Tuhannya, sambil lagi-lagi keringat dingin keluar membasahi tubuhnya. Benar-benar mencekam sekali suasananya. Dan apa yang terjadi kemudian.... bruakkkkk..... pesawat terbang yang ditumpangi oleh Marno pecah dan hancur berkeping-keping, Marno terlempar keluar pesawat, dan entahlah apa yang terjadi dengan Marno di alam mimpinya yang ketiga ini, tubuhnya hancur mungkin, tidak ada yang tahu, karena Marno sendiri langsung kembali ke alam mimpinya yang kedua, di dalam kemah di padang pasir.

Sangat luar biasa seramnya apa yang dialami oleh si Marno di alam-alam mimpinya yang terdahulu, di alam mimpinya yang kedua ini lagi-lagi Marno mengalami kejadian menakutkan. Setelah terbangun dari tidurnya di alam mimpinya yang kedua, ia mendapati bahwa kemah yang ia tempati masih kosong. Tetapi ia merasakan kalau ada sesuatu yang mengendap-ngendap di luar kemah tempatnya berada. Marno berjalan keluar untuk melihat siapa gerangan yang berjalan mengendap-ngendap. Dan ASTAGA, ternyata tengkorak hidup yang berjalan mengendap-ngendap itu. Langsung saja si Marno lari tunggang langgang keluar dari perkemahan itu, yang ternyata si tengkorak hidup itu mengejar si Marno. Lari...lari... dan lari.... itu yang dilakukan oleh si Marno karena ketakutan yang amat sangat luar biasa karena dikejar oleh tengkorak hidup.

Karena rasa capek yang amat sangat Marno akhirnya berhenti berlari dan memutuskan untuk mengajak berkelahi si tengkorak hidup. Terjadilah duel seru antara Marno dan tengkorak hidup itu, yang akhirnya... duel tersebut berhasil dimenangkan oleh Marno dengan berhasil menghancurkan si tengkorak hidup, meskipun dengan tubuh penuh luka disana sini. Dengan rasa perih kesakitan karena tubuhnya penuh dengan luka, si Marno mendapati ternyata ia berada di dekat oase (sumber air di padang pasir), langsung saja ia menuju oase tersebut, karena kehausan dikejar-kejar dan berkelahi dengan tengkorak hidup, ia minum banyak-banyak air dari oase tersebut, dan setelah itu ia langsung ambruk karena kepayahan. Dan terbangun di alam mimpinya yang pertama, di daerah kutub, daerah yang penuh dengan salju, di dalam Iglo milik Steven, sang orang Eskimo.

Ia terbangun di alam mimpinya yang pertama, dan mendapati dirinya masih duduk di kursi malas milik Steven, sedangkan si Steven lagi tertidur di tempat tidurnya. Tiba-tiba saja, ia merasakan ingin buang air kecil, karena kebanyakan minum di alam mimpinya yang kedua dan juga karena hawa dingin yang amat sangat di alam mimpinya yang pertama ini. Ia segera menuju ke kamar kecil dan langsung membuang urine. Belum selesai mengeluarkan seluruh urine dari dalam tubuhnya, ia merasakan ada yang menggoyang-nggoyang tubuhnya, dan akhirnya ia terbangun di alam nyata, dan ternyata istrinya yang membangunkan dia, dan ASTAGA, istrinya membangunkan dia, karena dia mengompol. hahaha.... Buang air kecil di alam mimpi dibawah kedalam alam nyata. Konyol banget si Marno ini.

Istri si Marno ngomel-ngomel  karena kejadian ini. Kasihan banget ya si Marno, udah mendapatkan mimpi buruk, bangun diomelin oleh sang Istri. TAMAT



0 komentar:

Posting Komentar

Mohon kebijaksanaannya dalam memberikan komentar.
Komentar dengan kata-kata kasar dan tidak sopan, tidak akan saya tampilkan.
Mohon hargai hasil karya orang lain.