Pada suatu malam di suatu desa, di sebuah rumah, rumah itu dihuni oleh sepasang suami istri, sebut saja nama sang suami yaitu Ja'i dan sang Istri bernama Tiwuk. Pasangan suami istri ini telah dikarunia seorang anak yang bernama Doni yang sudah duduk di kelas 3 SD. Pada saat itu Ja'i dan Tiwuk sudah bergegas akan tidur karena hari telah larut malam. Mereka ngobrol-ngobrol beberapa saat terlebih dulu di tempat tidur. Sampai akhirnya mereka mengantuk dan tertidur.
Setelah itu, Ja'i mendapati bahwa hari telah siang, dan parahnya dia mendapati dirinya berada di atas sebuah perahu yang terapung di atas sungai yang sangat lebar dan berarus air yang sangat deras. Ja'i menyadari bahwa perahu yang sedang ia naiki sedang menuju air terjun yang sangat tinggi. Alamak... Ja'i melamun bagaimana ia bisa tiba-tiba berada di atas perahu itu. Lamunannya tiba-tiba terpecah ketika dilihatnya perahu yang ia naiki mengarah ke sebuah cabang sebuah pohon, sontak ia tiba-tiba teringat dengan tali besar dan panjang yang ada di gudang rumahnya, tiba-tiba saja ia sudah berada di depan pintu gudang rumahnya, ia masuki segera masuki gudang itu, karena gudang rumahnya tidak pernah terkunci. Ia segera mencari tali besar dan panjang miliknya itu, dan setelah berhasil menemukannya, ia kembali mendapati dirinya sudah kembali di atas perahu sambil memegang tali yang baru saja ia ambil dari gudang rumahnya. Langsung saja ia lemparkan tali itu ke arah cabang pohon, dan ajaibnya tali itu langsung terikat pada cabang pohon tadi. Dan setelah itu langsung saja Ja'i melompat meninggalkan berayun-ayun pada tali yang sudah terikat di cabang pohon. Dan apesnya, setelah 10 detik berayun-ayun, tiba-tiba cabang pohon itu patah, dan membuat Ja'i tercebur ke sungai. Dalam suasana panik, Ja'i mencoba semua gaya renang yang ia kuasai, dan apa daya arus air sungai terlalu deras untuk ditaklukkan, dan menyeret Ja'i ke air terjun. Dalam kondisi seperti itu, Ja'i menjerit-njerit sejadinya sambil berusaha berenang mempergunakan segala gaya renang yang ia kuasai, sampai akhirnya....
Tiba-tiba Ja'i tersadar, ia merasakan kesakitan di lengan tangannya, ternyata di sebelahnya, istrinya yaitu Tiwuk baru saja mencubit lengannya, karena di dalam tidurnya Ja'i bertingkah seperti orang renang dan menjerit-njerit tidak karuan. Dan Ja'i tersadar bahwa apa yang ia alami barusan ternyata Hanya Sebuah Mimpi. hehehe...





0 komentar:
Posting Komentar
Mohon kebijaksanaannya dalam memberikan komentar.
Komentar dengan kata-kata kasar dan tidak sopan, tidak akan saya tampilkan.
Mohon hargai hasil karya orang lain.