Selamat Datang di : CritAneh.blogspot.com - Blog Campur-Campur

Headlines

Kolektor Tokek Diteror Hantu (Cerita Horor)

Cerita Horor : Kolektor Tokek Diteror Hantu


Home » , , , , , » Si Petrik dan Lebah

Si Petrik dan Lebah

Written By admin-tyw on Rabu, 16 Januari 2013 | 16.1.13

Cerita berikut merupakan sebuah kisah nyata yang dialami oleh seseorang bernama Petrik (Bukan nama sebenarnya) tentang masa kecilnya yang membuatnya menjadikan lebah alias tawon sebagai binatang yang paling menakutkan.










Diawali pada waktu si Petrik masih bersekolah di Taman Kanak-kanak alias TK Nol besar,pada  waktu itu kebun sebelah rumahnya terdapatlah sebuah sarang lebah/tawon, si Petrik ini usil memukul sarang tawon tersebut dengan galah yang lumayan panjang. Dan jatuhlah itu sarang lebah/tawon karena mendapat pukulan galahnya si Petrik, tentu saja marahlah sang empunya sarang, maka terbanglah si Lebah/Tawon menyerang si Petrik, dan disengatlah si Petrik oleh sang Lebah tepat di dahinya, yang membuat si Petrik menangis sejadi-jadinya. Yang membuat ibu si Petrik keluar rumah dan mengoleskan bunga sepatu yang sudah diremas-remas ke bagian kepala si Petrik yang disengat lebah. Menurut kepercayaan orang Jawa, bunga yang sudah diremas-remas bisa menyembuhkan/mengurangi sakit bagian tubuh yang disengat lebah/tawon.

Dan ternyata kejadian ini tidak membuat jera si Petrik, berselang beberapa bulan kemudian, saat si Petrik sudah bersekolah SD kelas 1, kejadian yang sama diulang lagi, di kebun sebelah rumahnya lagi-lagi ada sarang lebah/tawon, dan dasar si Petrik masih kecil, bandel juga, belum bisa berkaca pada pengalaman lama, lagi-lagi si Petrik ini usil memukul sarang tawon tersebut dengan galah yang lumayan panjang. Dan jatuhlah itu sarang lebah/tawon karena mendapat pukulan galahnya si Petrik, tentu saja marahlah sang empunya sarang, maka terbanglah si Lebah/Tawon menyerang si Petrik, dan disengatlah si Petrik oleh sang Lebah lagi-lagi yang kena sasaran adalah dahi, yang membuat si Petrik menangis sejadi-jadinya. Dan kali ini yang dibuat repot adalah tetangganya, karena kebetulan orang tua si Petrik lagi keluar rumah, ceritanya ini si Petrik lagi dititipkan ke tetangganya sama orang tuanya. Oleh tetangganya, si Petrik diolesi oleh bunga yang sudah diremas-remas.

Selang 2 tahun kemudian saat si Petrik sudah duduk di kelas 3 SD, lagi-lagi si Petrik harus berurusan dengan sakitnya disengat oleh lebah/tawon. Tapi kali ini berbeda dengan yang pertama dan yang kedua yang merupakan buah dari keusilannya. Tapi ini karena kesialannya harus disengat lebah/tawon lagi. Saat itu lagi musimnya bemain kelereng, nah saat itu si Petrik mau nguji dulu kejituannya dalam bermain kelereng, dia bermain-main sendiri di depan rumahnya. Eh tak dinyana, lagi asyik-asyiknya bermain kelerang sendirian itu, tiba-tiba telapak kakinya merasa kesakitan seperti ada jarum yang menusuk, saat itu si Petrik tidak memakai sandal atau alas kaki lainnya, dan setelah diamatinya, ternyata ada lebah/tawon nempel di telapak kakinya. Hahaha... kasihan banget si Petrik, lagu-lagi harus disengat lebah. Dan kali ini langsung si Petrik langsung masuk ke dalam rumah, menjumpai ibunya, mengadu ke ibunya, ibunya langsung mengambil salep digosokkan ke telapak kaki si Petrik yang baru saja disengat lebah.








Lanjut ke kisah berikutnya tentang si Petrik dan Lebah, lagi-lagi adalah hasil dari keusilan si Petrik terhadap sarang lebah/tawon. Saat itu si Petrik lagi berjalan pulang dari sekolah bersama sekitar 5 temannya. Saat berjalan melewati kuburan/makam, mata si Petrik tertuju pada sarang tawon yang lumayan kecil di atas jalan setapak di sebelah kuburan yang ia lewati bersama teman-temannya. Dasar sifat usilnya kepada sarang lebah/tawon lagi kambuh, diambilnya kerikil kecil, kemudian tanpa memperhatikan sarang lebah/tawon itu, dengan sambil lalu ia melempar kerikil kecil itu ke atas, setelah melemparkan kerikil kecil itu, larilah si Petrik, eh tidak dinyana tiba-tiba dia merasakan sakit di lengan tangannya, dan ya... lagi-lagi si Petrik disengat lebah. hahahaha.... Dia langsung lari sambil meringis kesakitan mendahului teman-temannya. Tiba di rumah, dia menceritakan kepada ibunya, dan ibunya tertawa lalu mengambil salep kemudian dioleskannya ke lengan Petrik yang disengat lebah/tawon. Keesokan harinya, pada waktu berangkat sekolah, saat melewati jalan setapak di sebelah kuburan, ia melihat ke atas untuk mencari sarang lebah/tawon yang kemarin ia lempar pakai kerikil, ternyata tidak ada, kemudian si Petrik mengalihkan pandangan ke bawah, eh ternyata sarang tawon/lebah itu sudah jatuh ke tanah. Jatuhnya karena kena lemparan kerikilnya si Petrik kemarin atau karena sebab lain, entahlah...

Dan berlanjut ke kisah berikutnya. Saat si Petrik sudah bersekolah di SLTP kelas 2. Saat itu di taman di rumahnya ada sekawanan lebah madu yang bersarang di celah-celah batu buatan di taman. Pada suatu hari si Petrik iseng-iseng berdiri di jalur terbangnya para tawon madu sambil mengepak-ngepakkan tangannya, ternyata aman-aman saja tidak ada lebah yang menabrak tubuhnya. Kejadian ini terjadi selama berhari-hari tiap si Petrik baru pulang dari sekolah. Dan sampailah disaat yang tidak ditunggu, pada saat si Petrik asyik mengepak-ngepakkan tangannya, ada lebah madu sial yang nyelonong mengenai tangan si Petrik, yang langsung menyengat tangan si Petrik. Yang membuat si Petrik langsung menghentikan kegiatannya itu di hari-hari selanjutnya. Dan membuatnya kapok untuk berurusan dengan lebah/tawon lagi, kecuali dalam hal meminum madu lebah, ia suka banget minum madu lebah madu.

Sebelum saya akhiri kisah ini, coba tebak berapa minimal lebah/tawon yang harus meregang nyawa oleh karena si Petrik ????

Sekian kisah "Si Petrik dan Lebah", yang merupakan kisah nyata dari seseorang.



0 komentar:

Posting Komentar

Mohon kebijaksanaannya dalam memberikan komentar.
Komentar dengan kata-kata kasar dan tidak sopan, tidak akan saya tampilkan.
Mohon hargai hasil karya orang lain.