Selamat Datang di : CritAneh.blogspot.com - Blog Campur-Campur

Headlines

Kolektor Tokek Diteror Hantu (Cerita Horor)

Cerita Horor : Kolektor Tokek Diteror Hantu


Home » , , , » Garam Rasa Pahit

Garam Rasa Pahit

Written By Admin-TYW on Selasa, 14 Maret 2017 | 14.3.17

Ya sudah cukup lama tidak menambah artikel di blog ini, sudah hampir 1 tahun sejak yang terakhir kali yaitu membuat artikel tentang Prediksi Juara Dunia Sepakbola FIFA 2018, dimana masih kurang lebih 1 tahun lagi penyelenggaraannya dari sekarang. Nah kebetulan, kemarin menemukan artikel mengenai Motivasi, dan salah satunya ada isinya yang cukup aneh dan konyol, akhirnya gara-gara hal tersebut, blog ini akhirnya bisa bertambah lagi artikelnya.

Mungkin kalian-kalian sudah ada yang pernah membaca Cerita Motivasi dibawah ini, judulnya adalah Garam dan Telaga. Isinya sangat baik tapi ada yang agak janggal.
Demikian isi dari Cerita Motivasi tersebut :


Garam dan Telaga

Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi. datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan air muka yang ruwet. Tamu itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia.






Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya. Pak Tua yang bijak, hanya mendengarkannya dengan seksama, la lalu mengambil segenggam garam, dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan. "Coba. minum ini, dan katakan bagaimana rasanya..", ujar Pak tua itu.

"Pahit. Pahit sekali", jawab sang tamu. sambil meludah kesamping.

Pak Tua itu, sedikit tersenyum, la. lalu mengajak tamunya ini, untuk berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan, dan akhirnya sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu.

Pak Tua itu, lalu kembali menaburkan segenggam garam, ke dalam telaga itu. Dengan sepotong kayu, dibuatnya gelombang mengaduk-aduk dan tercipta riak air. mengusik ketenangan telaga itu. "Coba, ambil air dari telaga ini, dan minumlah.Saat tamu itu selesai mereguk air itu, Pak Tua berkata lagi. "Bagaimana rasanya?".

"Segar", sahut tamunya. "Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?", tanya Pak Tua lagi. 'Tidak", jawab si anak muda.

Dengan bijak. Pak Tua itu menepuk-nepuk punggung si anak muda. la lalu mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh di samping telaga itu. "Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam garam, tak lebih dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama, dan memang akan tetap sama.






"Tapi. kepahitan yang kita rasakan, akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu. akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi, saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu."
Pak Tua itu lalu kembali memberikan nasehat. "Hatimu, adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu, adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan."

Keduanya lalu beranjak pulang. Mereka sama-sama belajar hari itu. Dan Pak Tua, si orang bijak itu, kembali menyimpan "segenggam garam", untuk anak muda yang lain, yang sering datang padanya membawa keresahan jiwa.

Bagaimana ? Apakah kalian sudah menemukan kejanggalan cerita tersebut ? 
Ya, kejanggalan pada cerita motivasi di atas adalah garam itu rasanya pahit bukan asin, mungkin si pengarang cerita motivasi di atas sedang kebingungan kali ya menemukan sesuatu yang pas untuk cerita motivasinya, si pengarang cerita tidak menemukan sesuatu yang rasanya pahit yang pas digunakan untuk cerita motivasi karangannya, akhirnya digunakanlah garam sebagai gantinya, rasanya asin, tetapi mungkinbagi si pengarang cerita sudah cukuplah untuk mewakili kepahitan/ketidak nyamanan hidup seseorang. Mungkin... karena saya bukan pengarangnya. 
Garam Rasa Pahit



0 komentar:

Posting Komentar

Mohon kebijaksanaannya dalam memberikan komentar.
Komentar dengan kata-kata kasar dan tidak sopan, tidak akan saya tampilkan.
Mohon hargai hasil karya orang lain.